Gimana kabar bunda semua , sehat kan semoga selalu di beri kesehatan dan umur yang berkah aamiin yra...
Kali ini aku akan bercerita tentang kisah keberhasilan seorang anak bukan karena cerdas, pandai , nilai bagus, tetapi keberhasilan seseorang merupakan rezeki yang datangnya dari Alloh SWT.
Suatu hari kami kedatangan tamu yakni teman saat kami masih muda. dalam perbincangan kalau kami ingin menyekolahkan anak saya ke perguruan tinggi yang ternama yakni di ITS,
Tamu kami tanpa sengaja memotong pembicaraan kami , ia menceritakan kalau anaknya yang nilai bagus dan selalu mendapat nilai 10 dan 9 tidak di trima, masuk perguruan tinggi negeri. Apalagi orang yang nilai nya jelek , yang tentunya kecerdasannya di bawah anaknya. Ia bilang kalau masuk perguruan tinggi itu sulit katanya.aku mengalah untuk diam.
Karena perkataan tamu kami aku menjadi minder untuk memasukkan anak ku ke perguruan tinggi negeri.
Saat anak kami lulus dari SMK, sang guru menyarankan agar siswa memilih perguruan yang bagus dulu yaitu memprioritaskan ITS sebagai pilihan yang utama. Sebenarnya di ITS adalah perguruan yang sulit untuk masuk ke situ, apalagi peminatnya banyak dan pasti saingan nya banyak.
Saat pengumuman tiba, alhamdulillah anak saya di terima melalui jalur sbmptn, Alhamdulillah bukan melalui jalur mandiri.
Dari situlah aku baru sadar bahwa ketrim atau tidaknya seseorang masuk perguruan tinggi bukan di tentukan dari pinterny seseorang , melainkan ketiban nasib Bejo kalau dalam bahasa jawa, bejo itulah rezeki yang datangnya dari Alloh SWT.
Bagi siapa saja yang ingin mengejar cita cita berusahalah sungguh - sungguh , abaikan perkataan orang .
Karena rezeki datangnya dari Alloh dan bukan karena kepandaian seseorang.
Cukup sekian ya Bun , tulisan artikel aku wasalam....


